1. ARSITEKTUR REDUCED INSTRUCTION SET COMPUTERS (RISC)
Perkembangan inovasi komputer sejak 1960 menambah satu daftar
penemuan yang sangat menarik dan paling penting , yaitu Arsitektur Reduced
Instruction Set computers ( RISC). Walaupun sistem RISC telah ditentukan dan
dirancang dengan berbagai cara berdasarkan komunitasnya, elemen penting yang
digunakan sebagian rancangan umumnya adalah sebagai berikut :
1. Set instruksi yang terbatas dan sederhana
2. Register general purpose berjumlah banyak atau penggunaaan teknologi
kompiler untuk mengoptimalklan penggunaan register.
3. Penekanan pada pengoptimalan pipeline instruksi.
1. 1. Karakteristik-Karakteristik Eksekusi Instruksi
Salah satu evolusi komputer yang besar adalah evolusi bahasa
pemprograman. Bahasa pemprograman memungkinkan programmer dapat
mengekspresikan algoritma lebih singkat, lebih memperhatikan rincian, dan
mendukung penggunaan pemprograman terstruktur, tetapi ternyata muncul
masalah lain yaitu semantic gap, yaitu perbedaan antara operasi-operasi yang
disediakan oleh HLL dengan yang disediakan oleh arsitektur komputer, ini
ditandai dengan ketidakefisienan eksekusi, program mesin yang berukuran besar,
dan kompleksitas kompiler. Untuk mengurangi kesenjangan ini para perancang
menjawabnya dengan arsitektur. Fitur-fiturnya meliputi set-set instruksi yang
banyak, lusinan mode pengalamatan, dan statemen –statemen HLL yang
diimplementasikan pada perangkat keras. Set-set instruksi yang kompleks
tersebut dimaksudkan untuk :
1. Memudahkan pekerjaan kompiler
2. Meningkatkan efisiensi eksekusi, karena operasi yang kompleks dapat
diimplementasikan didalam mikrokode.
3. Memberikan dukungan bagi HLL yang lebih kompleks dan canggih.
Oleh karena itu untuk memahami RISC perlu memperhatikan
karakteristik eksekusi instruksi. Adapun aspek-aspek komputasinya adalah :
1. Operasi-operasi yang dilakukan ,.
2. Operand-operand yang digunakan,
3. Pengurutan eksekusi,.
1. Operasi
Beberapa penelitian telah menganalisis tingkah laku program HLL (High
Level Language). Assignment Statement sangat menonjol yang menyatakan
bahwa perpindahan sederhana merupakan satu hal yang penting. Hasil penelitian
ini merupakan hal yang penting bagi perancang set instruksi mesin yang
mengindikasikan jenis instruksi mana yang sering terjadi karena harus didukung
optimal.
2. Operand
Penelitian Paterson telah memperhatikan [PATT82a] frekuensi dinamik
erjadinya kelas-kelas variabel. Hasil yang konsisten diantara program pascal dan
C menunjukkan mayoritas referensi menunjuk ke variable scalar. Penelitian ini
elah menguji tingkah laku dinamik program HLL yang tidak tergantung pada
arsitektur tertentu. Penelitian [LUND77] menguji instruksi DEC-10 dan secara
dinamik menemukan setiap instruksi rata-rata mereferensi 0,5 operand dalam
memori dan rata-rata mereferensi 1,4 register. Tentu saja angka ini tergantung
pada arsitektur dan kompiler namun sudah cukup menjelaskan frekuensi
pengaksesan operand sehingga menyatakan pentingnya sebuah arsitektur.
3. Procedure Calls
Dalam HLL procedure call dan return merupakan aspek penting karena
merupakan operasi yang membutuhkan banyak waktu dalam program yang
dikompalasi sehingga banyak berguna untuk memperhatikan cara implementasi
opperasi ini secara efisien. Adapun aspeknya yang penting adalah jumlah
parameter dan variabel yang berkaitan dengan prosedur dan kedalaman
pensarangan (nesting).
4. Implikasi
Secara umum penelitian menyatakan terdapat tiga buah elemen yang
menentukan karakter arsitektur RISC :
1. Penggunaan register dalam jumlah besar yang ditunjukan untuk
mengotimalkan pereferensian operand.
2. Diperlukan perhatian bagi perancangan pipelaine instruksi karena
tingginya proporsi instruksi pencabangan bersyarat dan procedure call,
pipeline instruksi yang bersifat langsung dan ringkas menjadi tidak
efisien
3. Terdapat set instruksi yang disederhanakan
1. 2. Karakteristik Arsitektur Reduced Instruction Set Computers (RISC)
Arsitektur RISC memiliki beberapa karakteristik diantaranya :
1. Siklus mesin ditentukan oleh waktu yang digunakan untuk mengambil dua
buah operand dari register, melakukan operasi ALU, dan menyimpan hasil
operasinya kedalam register, dengan demikian instruksi mesin RISC tidak
boleh lebih kompleks dan harus dapat mengeksekusi secepat mikroinstruksi
pada mesin-mesin CISC. Dengan menggunakan instruksi sederhana atau
instruksi satu siklus hanya dibutuhkan satu mikrokode atau tidak sama sekali,
instruksi mesin dapat dihardwired. Instruksi seperti itu akan dieksekusi lebih
cepat dibanding yang sejenis pada yang lain karena tidak perlu mengakses
penyimapanan kontrol mikroprogram saat eksekusi instruksi berlangsung.
2. Operasi berbentuk dari register-ke register yang hanya terdiri dari operasi
load dan store yang mengakses memori . Fitur rancangan ini
menyederhanakan set instruksi sehingga menyederhanakan pula unit control.
Keuntungan lainnya memungkinkan optimasi pemakaian register sehingga
operand yang sering diakses akan tetap ada di penyimpan berkecepatan
tinggi. Penekanan pada operasi register ke register merupakan hal yang unik
bagi perancangan RISC.
3. Penggunaan mode pengalamatan sederhana, hampir sama dengan instruksi
menggunakan pengalamatan register,. Beberapa mode tambahan seperti
pergeseran dan pe-relatif dapat dimasukkan selain itu banyak mode
kompleks dapat disintesis pada perangkat lunak dibanding yang sederhana,
selain dapat menyederhanakan sel instruksi dan unit kontrol.
4. penggunaan format-format instruksi sederhana, panjang instruksinya tetap
dan disesuaikan dengan panjang word. Fitur ini memiliki beberapa kelebihan
karena dengan menggunakan field yang tetap pendekodean opcode dan
pengaksesan operand register dapat dilakukan secara bersama-sama
2. Ciri-Ciri RISC
1. Instruksi berukuran tunggal
2. Ukuran yang umum adalah 4 byte
3. Jumlah pengalamatan data sedikit, biasanya kurang dari 5 buah.
4. Tidak terdapat pengalamatan tak langsung yang mengharuskan
melakukan sebuah akses memori agar memperoleh alamat operand
lainnya dalam memori
5. Tidak terdapat operasi yang menggabungkan operasi load/store dengan
operasi aritmatika, seperti penambahan ke memori dan penambahan dari
memori.
6. Tidak terdapat lebih dari satu operand beralamat memori per instruksi
7. Tidak mendukung perataan sembarang bagi data untuk operasi load/ store
8. Jumlah maksimum pemakaian memori manajemen bagi suatu alamat data
adalah sebuah instruksi .
9. Jumlah bit bagi integer register spesifier sama dengan 5 atau lebih,
artinya sedikitnya 32 buah register integer dapat direferensikan sekaligus
secara eksplisit.
10. Jumlah bit floating point register spesifier sama dengan 4 atau lebih,
artinya sedikitnya 16 register floating point dapat direferensikan
sekaligus secara eksplisit.
Beberapa prosesor implementasi dari arsiteketur RISC adalah AMD
29000, MIPS R2000, SPARC, MC 88000, HP PA, IBM RT/TC, IBM RS/6000,
ntel i860, Motorola 88000 (keluarga Motorola), PowerPC G5.
2. PROSESSOR YANG MENGGUNAKAN SISTEM RISC
2.1. PowerPC dibangun dengan arsitektur RISC
Proyek mini komputer 801 di IBM pada tahun 1975 mengawali banyak
konsep arsitektur yang digunakan dalam sistem RISC. 801 bersama dengan
prosessor RISC I Berkeley, meluncurkan gerakan RISC, namun 801 hanya
merupakan prototipe yang ditujukan untuk mengenalkan konsep disain.
Keberhasilan memperkenalkan 801 menyebabkan IBM membangun produk
workstation RISC komersial yaitu PC RT pada tahun 1986, dengan
mengadaptasi konsep arsitektural 801 kedalam kinerja yang sebanding atau yang
lebih baik. IBM RISC System/6000 merupakan mesin RISC superscalar1[3]
yang
dipasarkan sebagai workstation berunjuk kerja tinggi, tidak lama kemudian IBM
mengkaitkan mesin ini sebagai arsitektur POWER.
IBM kemudian menjalin kerjasama dengan Motorola, pembuat
mikroprosessor seri 6800, dan Apple, yang menggunakan keping Motorola
dalam komputer Macintoshnya dan hasilnya adalah seri mesin yang
mengimplementasikan arsitektur PowerPC yang diturunkan dari arsitektur
POWER dan merupakan sistem RISC superscalar. Sejauh ini diperkenalkan
empat anggota kelompok PowerPC yaitu
1. 601,merupakan mesin 32-bit yang ditujukan untuk membawa arsitektur
PowerPC kepasar secepat mungkin.
2. 603, merupakan mesin 32-bit yang ditujukan bagi low-end desktop dan
komputer portable dengan implementasi yang lebih efesien.
3. 604, merupakan mesin 32-bit yang ditujukan bagi low-end server dan desktop,
dengan menggunakan teknik rancangan superscalar lanjutan guna
mendapatkan kinerja yang lebih baik.
4. 620, ditujukan bagi high-end server, sekaligus merupakan kelompok PowerPC
pertama yang mengimplementasikan arsitektur 64 bit penuh, termasuk
regiater 64-bit dan lintasan data.
2.2. Karakteristik dan Fungsi
1. Jenis-Jenis Data
PowerPC dapat beroperasi menggunakan data yang panjang 8 bit (byte), 16
bit (halfword), 32 bit (word), dan 64 bit (doubleword). Beberapa instruksi
mengharuskan agar operand memori dijajarkan (aligned) pada batas 32-bit,
walaupun secara umum tidak terlalu diperlukan. Salah satu ciri PowerPC yang
menarik adalah dapat menggunakan cara little-endian maupun big-endian2[6]
,
dengan kata lain, byte yang paling kurang signifikan disimpan dalam alamat
terendah atau tertinggi. Konsep ke-endianan pertama kali dibahas dalam literatur
Cohen [COHE8]. Pada byte ke-endian-an harus melakukan pengurutan nilai-nilai
skalar multibyte. Konsep ini terjadi apabila terdapat kebutuhan untuk
memperlakukan entitas multiple-byte sebagai butir data tunggal, walaupun
entitas ini terdiri dari unit-unit yang dapat dialamati yang lebih kecil. Beberapa
mesin seperti intel 80x86, pentium, dan VAX, merupakan mesin-mesin litlle
endian, sedangkan mesin-mesin seperti IBM S/370, Motorola 680x0, dan
sebagian besar mesin-mesin RISC merupakn mesin-mesin big-endian. Sifat ke-
endian-an tidak akan melampaui unit data. Dalam sembarang mesin, aggregate
seperti file, struktur data, dan array terdiri dari beberapa unit data, yang masing-
masing memakai ke-endian-an. Jadi konversi blok memori dari suatu jenis ke-
endian-an kejenis lainnya memerlukan pemahaman struktur data.
Tidak terdapat konsensus umum tentang ke-endianan yang terbaik3[7]
,
PowerPC sendiri adalah jenis prosesor yang bi-endian, yang mendukung baik
mode big-endian maupun litlle-endian. Arsitektur bi-endian memungkinkan
pembuat perangkat lunak untuk memilih mode yang mana saja ketika harus
memindahkan sistem operasi dan aplikasi dari suatu mesin ke mesin lainnya.
Byte, halfword, word, doubleword merupakan jenis data umum. Prosesor
mengiterpretasikan isi item data tertentu tergantung pada instruksi. Prosesor
fixed point mengenal jenis data berikut :
Unsigned Byte : dapat digunakan bagi operasi logika atau aritmetika integer.
Data ini dimuat dari memori ke register umum dengan zero-extending dsebelah
kiri keukuran penuh register.
• Unsigned Halfword : seperti diatas namun dengan kuantitas 16-bit.
• Signed Halfword : digunakan untuk operasi aritmatika, dimuatkan kedalam
memori dengan sign-extending pada sebelah kiri keukuran penuh register
(yaitu, bit tanda disalinkan keposisi-posisi yang kosong).
• Unsigned Word : digunakan untuk operasi logika dan berfungsi sebagai pointer
lokal.
• Signed Word : digunakan untuk operasi aritmatika.
• Unsigned Doubleword : digunakan sebagai pointer alamat.
• Byte String : panjangnya mulai 0 hingga 128 byte.
Selain itu PowerPC mendukung data floating poing presisi tunggal dan presisi
ganda yang ditetapkan pada IEEE 754.
2. Jenis Jenis Operasi
PowerPC banyak memiliki jenis operasi , berikut disajikan berbagai jenis
operasi pada PowerPC :
Instruksi Uraian
Berorientasi Pencabangan
b Pencabangan tidak bersyarat
bl Bercabang kealamat sasaran dan menaruh alamat efektif
instruksi yang berada setelah pencabangan kedalam link register
bc Pencabangan bersyarat pada Count Register dan/atau pada
bit dalkam Condition Register.
sc System Call untuk membangkitkan layanan sistem operasi
trap Memebandingkan dua buah operand dan membangkitkan system
trap handler bila persyaratan tertentu dipenuhi.
Load/Store
lwzu Memuatkan word dan nol kesebelah kiri; mengupdate register
sumber.
ld Memuatkan dobleword.
lmw Memuatkan word ganda; memuatkan word berurutan ke regiater
yang berdekatan dari register sasaran melalui General Purpose
Register 31.
lswx memuatkan suatu untaian byte kedalam register yang dimulai
dengan register sasaran; empat byte per-register; diambil semua
dari register 31 hingga register 0.
Arimatika Integer
add Menjumlahkan isi dari dua buah integer dan menyimpannya
dalam register ketiga
subf Mengurangkan isi dua buah register dan menyimpannya dalam
register ketiga.
mullw Mengalikan isi dua buah register orde rendah 32-bit dan
menyimpan hasil perkaliannya dalam register 64-bit ketiga.
divd Membagi isi dua buah register 64-bit dan menyimpan kuosiennya
dalam register ketiga.
Logika dan Sift
cmp Membandingkan dua buah operand dan menyetel empat buah bit
kondisi dalam field register kondisi tertentu.
crand Condition Register AND : dua bit Condition Register di-AND-kan
dan hasilnya disimpan dalam salah satu dari kedua posisi tersebut.
and Meng-AND-kan isi dua buah register dan menyimpannya dalam
register ketiga
cntlzd Mencacah jumlah bit 0 berturutan yang berawal pada bit nol
dalam register sumber dan menempatkan hasil perhitungan dalam
regiater tujuan.
rldic Merotasikan ke kiri register doubleword, meng-AND-kannya
dengan mask, dan menyimpannya dalam register tujuan.
sld Menggeser kekiri dalam register sumber dan menyimpannya
dalam register tujuan
Floating Point
lfs Memuatkan bilangan floating point 32-bit dari memori,
mengubahnya kedalam format 64 bit, dan menyimpannya dalam
register floating point.
fadd Menjumlahkan dua buah register floating point dan
menyimpannya dalam register ketiga.
fmadd Mengalikan isi dua buah register, menambahkan isi regiater
ketiga, dan menyimpan hasilnya dalam regiater keempat.
fcmpu Membandingkan dua buah operand floating point dan menyetel
bit-bit kondisi.
Manajemen Cache
dcbf Membersihkan (flush) blok data cache; melakukan lookup dalam
cache yang terdapat pada alamat sasaran tertentu dan melakukan
operasi pembersihan.
icbi Menginvalidasikan instruksi blok cache
2.1. Instruksi-Instruksi berorientasi Pencabangan
PowerPC memiliki orientasi pencabangan tidak bersyarat dan
pencabangan bersyarat. Instruksi-instruksi pencabangan bersyarat menguji suatu
bit tunggal dari register kondisi apakah benar, salah, atau tidak peduli dan isi dari
counter register apakah nol, bukan nol, atau tidak peduli. Dengan demikian
terdapat sembilan macam kondisi instruksi pencabangan bersyarat yang terpisah.
Apabila counter register diuji apakah nol atau bukan nol, maka sesudah
pengujian register berkurang 1. Hal ini tentunya memudahkan penyiapan loop
iterasi. Instruksi dapat juga mengindikasikan bahwa alamat dari pencabangan itu
ditempatkan dalam link register, hal ini memungkinkan pengolahan call/return.
2.2. Instruksi-instruksi Load/Store
Dalam arsitektur PowerPC hanya instruksi load/store yang dapat
mengakses lokasi memori, instruksi logika dan aritmetika hanya dilakukan
terhadap register. Terdapat dua fitur yang membedakan instruksi-instruksi
load/store :
1. Ukuran data, dimana data dapat dipindahkan dalam satu byte, halfword, word,
atau doubleword. Instruksi-instruksi juga dapat digunakan untuk memuat atau
menyimpan suatu untai byte ke dalam sejumlah register atau dari sejumlah
register
2. Ekstensi Tanda, dimana pada pembuatan word dan halfword, bit-bit
sebelah kiri register 64-bit tujuan yag tidak dipakai dapat diisi dengan
bilangan-bilangan nol atau dengan bit tanda dari kuantitas yang
dimuatkan.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEKNOLOGI RISC
Teknologi RISC relatif masih baru oleh karena itu tidak ada perdebatan
dalam menggunakan RISC ataupun CISC, karena tekhnologi terus berkembang
dan arsitektur berada dalam sebuah spektrum, bukannya berada dalam dua
kategori yang jelas maka penilaian yang tegas akan sangat kecil kemungkinan
untuk terjadi.
1. Kelebihan
1. Berkaitan dengan penyederhanaan kompiler, dimana tugas pembuat
kompiler untuk menghasilkan rangkaian instruksi mesin bagi semua
pernyataan HLL. Instruksi mesin yang kompleks seringkali sulit digunakan
karena kompiler harus menemukan kasus-kasus yang sesuai dengan
konsepnya. Pekerjaan mengoptimalkan kode yang dihasilkan untuk
meminimalkan ukuran kode, mengurangi hitungan eksekusi instruksi, dan
meningkatkan pipelining jauh lebih mudah apabila menggunakan RISC
dibanding menggunakan CISC.
2. Arsitektur RISC yang mendasari PowerPC memiliki kecenderungan lebih
menekankan pada referensi register dibanding referensi memori, dan
referensi register memerlukan bit yang lebih sedikit sehingga memiliki
akses eksekusi instruksi lebih cepat.
3. Kecenderungan operasi register ke register akan lebih menyederhanakan
set instruksi dan menyederhanakan unit kontrol serta pengoptimasian
register akan menyebabkan operand-operand yang sering diakses akan
tetap berada dipenyimpan berkecepatan tinggi.
4. Penggunaan mode pengalamatan dan format instruksi yang lebih
sederhana.
2. Kekurangan
1. Program yang dihasilkan dalam bahasa simbolik akan lebih panjang
(instruksinya lebih banyak).
2. Program berukuran lebih besar sehingga membutuhkan memori yang lebih
banyak, ini tentunya kurang menghemat sumber daya.
3. Program yang berukuran lebih besar akan menyebabkan
b. Menurunnya kinerja, yaitu instruksi yang lebih banyak artinya akan
lebih banyak byte-byte instruksi yang harus diambil.
c. Pada lingkungan paging akan menyebabkan kemungkinan terjadinya
page fault lebih besar.
Cip-cip RISC galium Arsenida
Galium Arsenida dapat digunakan untuk menggantikan silikon dalam beberapa rangkaian terpadu untuk pemakaian khusus. Keunggulan bahan GaAs dibandingkan silikon adalah ketahanannya terhadap radiasi, dan ketahanannya terhadap panas, serta kecepatan mobilitas elektronnya. Karena elektron dapat bergerak lebih cepat dalam bahan GaAs, maka cip yang dibuat dengan bahan ini berpotensi untuk bekerja lebih cepat (Jonhsen, 1984 : 46; Robinson, 1990 : 251-254). Salah satu kendala pengembangan cip berbahan GaAs adalah sulitnya penanganan bahan ini dibanding dengan bahan silikon karena perancang belum banyak pengalaman dengan bahan GaAs. Meskipun demikian, teknologi yang dikuasai saat ini telah memungkinkan untuk membuat rangkaian terintegrasi dengan tingkat kerapatan cukup tinggi untuk merancang prosesor RISC.
Didorong oleh kebutuhan untuk merancang prosesor berkecepatan tinggi dan tahan terhadap radiasi sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, maka DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) memberikan dana kepada Texas Instruments (TI), RCA, dan McDonnell-Douglas, untuk mengembangkan dan merancang prosesor RISC dari bahan GaAs. Agar memiliki kinerja yang tinggi, DARPA menghendaki unit prosesor sentral (central processing unit, CPU) dirancang dalam cip tunggal, seperti prosesor MIPS yang pengembangannya juga dibiayai DARPA. Ditargetkan prosesor tersebut akan dapat dijalankan dengan detak berfrekuensi 200 MHz. Ini berarti target kecepatan kerjanya adalah 200 MIPS (million instructions per second, juta instruksi per detik), karena pada prosesor RISC satu instruksi dieksekusi dalam satu siklus detak. Gambar 2
Sistem yang dipilih terdiri dari seperangkat cip, yakni, CPU, FCOP (floating point coprocessor) , MMU (memory management unit) dan chace. Agar bisa merealisasi CPU dalam satu cip, TI berupaya mengurangi rangkaian pengontrol sebanyak mungkin untuk memberi lebih banyak tempat bagi register-register. Perangkat instruksi dikembangkan berdasarkan simulasi statistik dan evaluasi atas prosesor RISC
Prosesor yang dihasilkan memiliki unjuk kerja nominal 200 MIPS, tetapi angka faktualnya harus dikurangi dengan 32% akibat penyisipan instruksi NOP (no operation) dan dikurangi 32% lagi karena keterbatasan lebar ban memori. Angka faktual kinerja prosesor RISC GaAs ini kira-kira 91 MIPS (million instruction per second).
Pada waktu yang sama dengan pengembangan mikroprosesor RISC GaAs, McDonnell-Douglas juga mulai mengembangkan mikroprosesor RISC berdasarkan teknologi JFET tipe-penyambungan (enhancement-type junction field-effect transistor) DCFL (direct coupled FET logic) dengan bahan GaAs. Cip yang diberi nama MD484 sangat dipengaruhi oleh hasil rancangan MIPS dari Universitas Stanford.
Karena saat itu teknologi GaAs hanya mampu mengintegrasikan transistor dalam jumlah yang terbatas, maka hanya ditargetkan sejumlah 25.000 buah transistor dalam satu cip. Di dalam mikroprosesor ditanamkan 32 buah register masing-masing 32-bit dengan perangkat instruksi sangat mirip dengan yang dimiliki MIPS.
Salah satu keputusan sulit dalam perancangan adalah masalah memilih jumlah dan tipe alur-pipa eksekusi. Penambahan jumlah alur-pipa menjadi
Proyek perancangan prosesor RISC GaAs lain dilakukan oleh RCA pada tahun 1989. Prosesor 32-bit rancangan RCA ini direncanakan diimplementasikan dengan GaAs VLSI (very large scale integration) . RCA mengatasi masalah yang dihadapi dalam perancangan cip GaAs ini dengan cara yang berbeda dari yang dilakukan McDonnell
Kelompok riset di Universitas
Cip RISC lain
Advanced Micro Devices (AMD) memperkenalkan produk RISC-nya pada tahun 1987, yang diberi nama Am29000. Dengan eksekusi siklus tunggal, prosesor yang memiliki detak berfrekuensi 25MHz ini memiliki kecepatan proses 17 MIPS untuk program bahasa C. Ada dua tingkat optimasi kinerja yang dilakukan dalam perancangan Am29000. Pertama, prosesor ini memiliki jumlah register cukup banyak (192 buah) yang dapat difungsikan sebagai chace untuk menetapkan tumpukan (stack) instruksi saat suatu prosedur dipanggil atau sebagai kelompok register, masing-masing terdiri atas 16 buah register. Rancangan khusus dalam Am29000 adalah chace untuk target pencabangan yang mampu menyimpan 128 instruksi. Cara ini memungkinkan alur-pipa tetap terisi tanpa adanya penundaan sebagai akibat dari operasi percabangan yang berturutan (Heudin, 1992 : 104).
Selain AMD, Intel yang dikenal sebagai pemasok mikroprosesor CISC keluarga-86, juga memproduksi cip mikroprosesor RISC yang diberi nama 80860 pada tahun 1989. Dengan mengintegrasikan lebih dari sejuta transistor, 80860 berisi teras RISC (RISC core) , koprosesor atau unit floating point, MMU (memory management unit) , unit grafik, dan chace terpisah untuk data dan instruksi. Keberadaan MMU dan teras RISC memungkinkan 80860 menjalankan sistem operasi multitasking. Koprosesornya mendukung aplikasi pemodelan, pengolahan suara, simulasi, dan perancangan berbantuan komputer (Margulis, 1989 : 333). Teras RISC memiliki empat tingkat alur-pipa yang meliputi tingkat penjemputan, dekode, eksekusi, dan penulisan instruksi. Keistimewaannya, prosesor ini dirancang agar pemrogram dapat memilih sendiri mode eksekusi yang diperlukan, yakni instruksi-tunggal dan instruksi-ganda. Instruksi tunggal merupakan mode eksekusi tradisional, dengan penjemputan instruksi berturutan. Pemberian alur-pipa memungkinkan instruksi berturutan tersebut saling tumpang-tindih sehingga beberapa instruksi berada di beberapa tingkat alur-pipa untuk dieksekusi kapan saja. Dengan mode instruksi-ganda, mikroprosesor 80860 menerapkan lebih dari sekedar strategi alur-pipa. Mode ini memungkinkan dijalankannya dua instruksi sekaligus, satu untuk teras RISC dan satu untuk koprosesor. Koprosesor atau unit floating point menampilkan hasil operasi setiap satu siklus detak dan memungkinkan diselesaikannya dua operasi sekaligus, misalnya operasi penjumlahan dan perkalian. Dengan mengkombinasikan mode instruksi-ganda dan mode operasi-ganda, pemrogram dapat melakukan tiga operasi sekaligus setiap satu siklus detak. Gambar 3
Cip RISC dengan detak berfrekuensi lebih dari 300 MHz dilaporkan telah dibuat oleh Digital Equipment Corp. (DEC). Cip yang dirancang dengan teknologi bipolar ECL itu mengimplementasikan 468.000 buah transistor dan 206.000 resistor di atas keping berukuran 15,4 x 12,6 mm. Pada kondisi terburuk, yakni dengan tegangan catu daya -5,2 volt, prosesor ini mampu dijalankan dengan detak internal berfrekuensi 275 MHz sedangkan dalam kondisi puncaknya (dengan tegangan catu daya -3,9 volt) dapat beroperasi pada frekuensi detak 335 MHz. Pembangkit detak eksternal memiliki frekuensi 80 MHz yang kemudian dilipatkan oleh rangkaian PLL (phase-locked loop) menjadi 1X - 8X. Masalah besar yang timbul dengan teknologi bipolar ECL ini adalah kebutuhan daya yang cukup besar, yakni mencapai 115 watt. Hal ini menyebabkan timbulnya panas berlebihan dalam cip. Untuk mengatasinya, DEC menambahkan termosifon (penghambur panas berbentuk silinder bersirip dari tembaga) di atas kemasan cip agar suhu dalam cip terjaga tidak lebih dari 100o C (Bursky, 1993 : 48-50).
Prospek Arsitektur RISC di Masa Mendatang
Perkembangan menarik terjadi pada tahun 1993 ketika aliansi tiga perusahaan terkemuka, IBM, Apple, dan Motorola memperkenalkan produk baru mereka yakni PowerPC 601, suatu mikroprosesor RISC 64-bit yang dirancang untuk stasiun kerja (workstation) atau komputer personal (Thompson, 1993 : 56-74). Menarik, karena kemunculan PowerPC 601 dimaksudkan untuk memberikan alternatif bagi dominasi prosesor CISC keluarga-86 Intel dalam komputer rumahan. Popularitas prosesor keluarga-86 didukung oleh harganya yang murah dan banyaknya program aplikasi yang dapat dijalankan dengan prosesor ini. Untuk itu, prosesor PowerPC dijual dengan harga yang cukup bersaing dibandingkan dengan pentium, yakni prosesor buatan Intel mutakhir saat itu (Thompson, 1993 : 64). Perkembangan teknologi emulasi yang memungkinkan prosesor RISC menjalankan sistem operasi yang sama dengan prosesor CISC keluarga-86 diperkirakan akan membuat prosesor RISC, terutama PowerPC 601, banyak digunakan di dalam komputer-komputer personal (Halfhill, 1994 : 119-130).
PowerPC 601 memiliki 32 buah register serbaguna 32-bit dan 32 buah 64-bit register floating-point. Untuk menyimpan sementara data dan instruksi sebelum dieksekusi, PowerPC 601 memiliki 32-kilobyte chace untuk data dan instruksi bersama-sama. Teras PowerPC 601 terdiri dari tiga unit eksekusi dengan alur-pipa yang independen, yakni unit pemroses bilangan bulat (IU, integer unit), unit floating-point (FPU, floating processing unit), dan unit pemroses operasi percabangan (BPU, branch processing unit) yang mampu mengeksekusi tiga instruksi sekaligus (Ryan, 1993 : 79-80).
di bawah tabel Karakteristik dari beberapa Prosesor CISC, RISC, dan Superskala :
KESIMPULAN
1. Arsitektur PowerPC merupakan pengembangan IBM 801, RT PC, dan
RS/600 (dikenal juga dengan implementasi arsitektur POWER).
2. Implementasi pertama arsitektur power PC yaitu 601 memiliki rancangan
yang sangat mirip dengan rancangan RS 6000, model PowerPC berikutnya
mempunyai konsep superscalar.
3. Kelebihan arsitektur RISC yang berkaitan dengan kinerja dapat ditunjukan
dengan sejumlah “Sircumstansial Evidence”.
a. Optimasi kompiler yang lebih efektif dan dapat dikembangkan
b. Sebagian besar instruksi yang dihasilkan oleh kompiler relatif sederhana.
c. Berkaitan dengan penggunaan pipelining instruksi yang diterapkan
secara lebih efektif terhadap RISC.
d. Program-program RISC harus lebih responsife terhadap interrupt.
Berkaitan dengan implementasi VLSI
d. Apabila digunakan rancangan dan implementasi CPU akan berubah,
artinya dimungkinkan untuk menaruh CPU keseluruhan pada keping
tunggal.
e. Waktu yang dibutuhkan untuk implementasi dan perancangan karena
prosessor VLSI cukup sulit dibuat sehingga para perancang harus
membuat rancangan rangkaian, tata letak dan pemodelan pada tingkat
perangkat, dengan menggunakan pemodelan RISC proses tersebut akan
lebih mudah selain apabila kinerja keping RISC ekuivalen dengan
mikroprosessor CISC (Pentium) yang setara maka keuntungan dengan
memakai pendekatan RISC akan terasa sekali.
REFERENSI :
http://elektroindonesia.com/elektro/komput3a.html
http://www.scribd.com/doc/8521110/Jawaban-Soal-Uts-Arkom
http://iskandar-zulkarnaen1.tripod.com/risc.pdf
PowerPC Siap Masuki 2-GHz, Komputek, Juni 2001, edisi 219 minggu II, hal 3.
http://www.lib.usm.my/Moro/GPI/bab10.html
Stalling, Williams, Organisasi Dan Arsitektur Komputer: Perancangan Kinerja.
Jilid 1, Terj. Gurnita Priatna, Jakarta : Prenhallindo,1998.
Stalling, Williams, Organisasi Dan Arsitektur Komputer: Perancangan Kinerja.
Jilid 2, Terj. Gurnita Priatna, Jakarta : Prenhallindo,1998.

